Minggu, 04 Mei 2014
Sabtu, 03 Mei 2014
Aturan Permainan Merpati Kolong ( Baik Bebas / Meja )
Karena sampai detik ini belum ada rapat besar merpati kolong seluruh indonesia maka aturan ini bisa di pakai sementara untuk semua penggemar merpati kolong seluruh indonesia, Silahkan di simak.
A. Ukuran Lapangan Perlombaan Merpati Kolong
1. Ukuran Perlombaan
- Ukuran Lapangan / Lapang / Lapak Kalangan ( Kolongan ) Berbentuk Bujur Sangkar dengan ukurang Sebagai Berikut :
Lebar = 9M,
Tinggi Tiang = 9M.
- Ukuran Patek 80cm X 80cm Tinggi 80cm dimana jarak Antara Patek 60cm. (Kolong Bebas di tiadakan)
- Posisi Patek di tengah agak kebelakang dimana jarak tiang patek dengan garis antara dua tiang belakang adalah 2,5M
- Ukuran Daerah Joki adalah 4M X 2M, Atau masing masing joki memiliki daerah seluas 2M X 2M.
- Geber/ Bendera atas berwarna merah dan Putih masing masing berselang seling dengan lebar 25Cm dengan ujung berbentuk agak bulat.
- Tiang Kalangan berwarna berwarna Merah dan Putih masing masing berselang seling jarak 1M.
- Geber / bendera pada tiang kalangan berwarna merah setinggi tiang gawang dengan jarak 50Cm dengan Tulisan " Persatuan Merpati Tinggi Indonesia "
2. Jarak Penerbangan
Jarak Ideal Penerbangan adalah antara 1Km Sampai dengan 2Km.
B.Tata Tertib Peserta Perlombaan Merpati Kolong
1. Peserta Perlombaan datang ke lapangan / lapak kolongan dimana lomba di adakan sekurang-kurangnya 15 menit sebelum acara perlombaan di mulai.
2. Peserta perlombaan mendaftarkan burungnya kepada Panitia Lomba dengan mencantumkan identitas lengkap seperti :
- Nama Burung
- Warna bulu
- Ciri – Ciri Burung
- Nama Joki
- Nama Pemilik & Nama Team
- Asal Kota, Sesuai dengan tempat kedudukan pemilik.
( Ketentuan kepemilikan burung pada saat mengikuti lomba Nasional: Setiap burung dapat melaporkan kepemilikanya dengan malaporkan perubahan kepemilikan tersebut kepada Panitia Perlombaan Sebelum dilakukan pengundian pada babak berikutnya, apabila ada perubahan kepemilikn ini terjadi setelah pengundian maka burung yang telahberpindah kepemilikan tersebut tetap di adu atau diterbangkan dengn burung milik pemilik yang baru bila bertemu satu pernerbang)
3. Peserta perlombaan mendaftarkan burungnya dalam keadan sehat, serta menempatkan dan menjaga keselamatan pada tempat yang telah di sediakan.
4. Peserta perlombaan bersikap Tertib dan Sopan, serta sanggup mematuhi tata tertib dan peraturan perlombaan untuk mendukung kelancaran pelaksanan perlombaan.
5. Bagi peserta perlombaan yang terlambat datang, hanya dapat mendaftarkan burung merpatinya selama proses pengundian babak pertama masih berlangsung dan memiliki pasangan terbang ( tidak ganjil ), Burung yang berhak mengikuti babak daftar ulang adalah burung yang kalah pada babak pertama.
C. Tata Tertib Joki Merpati Kolong
1. Joki yang mengikuti perlombaan harus dalam keadan sehat, tidak mabuk dan bersikap sopan selama perlombaan berlangsung.
2. Joki Wajib Mengetahui nomor urut penerbangan burungnya, joki yang telah di panggil burungnya, masuk ke arena pengipasan / penggeberan / pengelepekan dengan menempati patek sesuai undianya.
3. Joki dalam satu dan dua urutan penerbangan berikutnya wajib menempati kursi ( Kursi Panas ) yang telah di sediakan Panitia perlombaan, Sesuai urutan pemanggilan penerbangan.
4. Apabila Joki terlambat menempati patek dan burung terlebih dahulu datang pulang makan penerbangan tersebut tetap berjalan seperti bisa dan pemenangnya tetap dinyatakan sesuai aturan perlombaan.
5. Apabila terjadi penyerobotan dalam urutan joki, maka penerbangan tersebut tetap berjalan seperti bisa dan pemenangnya tetap dianyatakan sesuai aturan perlombaan.
6. Joki sanggup mematuhi tata tertib serta peraturan perlombaan dan jika melanggar maka joki yang bersangkutan dinyatakan gugur dan tidak boleh mengikuti perlombaan.
D. Peraturan Perlombaan Merpati Kolong
1. Sistem Perlombaan
Perlombaan menggunakan system Gugur dengan toleransi bisa daftar ulang satu kali pada putaran penerbangan pertama.
2. Peserta Perlombaan
- Penerbangan Burung dilakukan berdasarkan hasil pengundian.
- Penerbangan Burung memprioritaskan burung Tamu berpasangan dengan burung Tuan Rumah, Jika jumlahnya tidak berimbang sisanya dilombakan dalam pasangan yang ada dan di kelompokan berdasarkan kedekatan daerah.
- Pasangan penerbangan burung tidak dalam pemilik yang sama.
- Burung yang tidak mendapatkan pasangan penerbangan dinyataka bye ( Ketentuan Bye, Burung yang sama bisa mendapatkan bye lebih dari satu kali tetapi tidak boleh secara berurutan).
- Burung yang mendapatkan Bye tidak di terbangakan dan langsung masuk ke babak berikutnya.
- Setiap penerbangan burung berdasarkan hasil pengawasan dan pertimbangan Juri start serta menggunakan interval waktu 3 menit sejak burung terpantau oleh wasit.
- Burung yang telah habis interval waktunya segera di gantikan oleh penerbangan burung berikutnya.
- Pasangan burung hasil pengundian ternyata pasanganya tidak dapat terbang maka burung tersebut di nyatakan menang WO dan tetap harus masuk Kolong sesuai aturan yang berlaku.
- Pasangan burung yang sudah diterbangkan dari penerbangan tidak mengenal hambatan alam seperti angin, hujan dan alap2 dan factor yang tidak di sengaja seperti burung datanng bertiga atau lebih burung yang sudah di terbangkan tetap mengikuti perlombaan seperti bisa.
- Pasangan burung yang tidak diketahui ( tidak terpantau oleh panitia / Wasit ) datangnya maka berhak masuk pada babak berikutnya.
3. Pengipasan / Penggeberan / Geber / Penglepekan
- Joki menempati tempat pengipasan ( nglepek ) berdasarkan hasil undian tempat, sebelum mengipas (nglepek) joki harus berdiri / berada di tempat yang sah yang di tetapkan panitia yaitu pada daerah pateknya.
- Waktu mengipas ( nglepek ) Joki Boleh berpindah tempat di daerah pateknya dan tidak boleh keluar dari daerah yang telah di tetapkan.
- Joki di perkenankan mengipas ( nglepek ) burungnya dan atau berteriak memanggil setelah ada bunyi peluit dari juri.
- Joki dilarang mengipas ( nglepek ) burung, jika burung itu jelas bukan burung miliknya.
- Jika burung datang hanya satu dan tidak bisa diterka burung milik siapa karena warna burung sma atau hamper sama maka kedua joki boleh mengipas ( nglepek ) bersamaan, Akan tetapi apabila salah satu joki mengakui bahwa burung tersebut adalah miliknya maka joki tersebut harus member tahu wasit bahwa burung tersebut adalah miliknya dan joki sebelahnya tidak boleh ikut mengipas ( menglepek ) dan apabila ternyata burung terssebut bukan miliknya maka burung tersebut di nyatakan menang dn masuk babak berikutnya.
- Pada saat burung akan mendarat pada patek ( matras ), joki harus melepas burung betinanya diatas patek ( matras ) dan boleh mengambilnya lagi jika burung yang di kipasnya ( diklepek ) blm mendarat di patek ( matras ).
- Cara mengipas (nglepek), burung betina harus tepat diatas daerah pateknya ( tidak dibawah, di pinggir, atau di luar daerah pateknya.
4. Pemenang Perlombaan Merpati Kolong
- Pemenang perlombaan adalah burung yang terbang dari start sampai finish di patek dan memenuhi syarat yang telh di tetapkan.
- Pemenang perlombaan adalah burung yang masuk ring atas dan duluan mendarat dipatek ( matras ) dengan sempurna, artinya mendarat di patek ( matras ) dengan sempurna adalah burung yang berhenti diatas atau di samping patek ( matras ) dan tidak jatuh menyentuh tanah atau burung yang telah mendarat di patek terlebih dahulu kerena kerasnya burung tersebut mantul kembali keatas.
- Burung yang mendarat diatas patek ( matras ) dengan sempurna akan tetapi menyentuh anggota badan joki terlebih dahulu baik di sengaja atau tidak disengaja maka burung tersebut dinyatakan diskualifikasi sebagai pemenang.
- Burung boleh menyentuh anggota badan joki lawan asalkan tidak mendarat atu berhenti di anggota badan joki lawan.
- Burung yang masuk ring atas dan mendarat dengan sempurna pada patek ( Matras ) tetapi secara bersamaan maka burung tersebut dinyatakan Draw dan keduanya berhak masuk pada putaran penerbangan berikutnya.
- Burung dinyatakan Draw pada babak semifinal dan final harus di terbangkan ulang sebanyak 2X, jika setelah terbang 2X masih draw juga mk akan di lakukan Tos untuk menentukan pemenangnya.
- Pada babak Final salah satu burung tidak datang, maka burung yang datang dinyatakan sebagai pemenangnya tanpa dilihat masuk ring atas dan mendarat di patek dengan sempurna, setelah melewati toleransi waktu tunggu 5 menit terhitung sejak burung pertama mendarat di patek ( matras ).
- Pada babak 4 besar, 3 burung diantaranya merupakan satu pemilik maka dari satu dari tiga burung satu pemilik tersebut menjadi juara 4.
- Burung sisa 6, ke enam burung diterbangkan, burung yang kalah tetapi masuk ring atas dan mendaratdi patek ( matras ) dengan sempurna dapat langsung menjadi juara 4 apabila ada dua burung yang kalah tidak masuk ring atas atau tidak mendarat dengan sempurna ( tidak distek ).
- Burung sisa 5, burung yang mendapat bye akan langsung menjadi juara 1 apabila keempat burung yang di terbangkan tidak ada yang masuk ring atas dan mendarat dengan sempurna di patek ( matras ).
STANDAR PERATURAN KOLONGAN
ATURAN PENGGEBER
- penggeber wajib memasuki lapangan setelah dipanggil, bila dipanggil 3x tidak datang , maka dinyatakan disqualifikasi.
- sebelum wasit membunyikan peluit,penggeber sudah ada di posisi masing2 , dan tidak boleh melewati garis pembatas. burung betina geberan harus dibelakang badan.
- setelah peluit berbunyi, ketika pertama kali menggeber harus diangkat minimal setinggi bahu.
- betina geberan harus dipegang tangan , tidak boleh dilepas atau di lempar.
- betina geberan harus sesuai dengan yang didaftarkan.
- segala tindakan yang dapat merugikan lawan yang dilakukan dengan unsur kesengajaan, maka akan di disqualifikasi ( contoh : menjebloskan lawan dengan kecurangan, menghalangi pandangan lawan, atau sengaja menutupi lawan )
- wasit menunjuk pada burung yang dianggap menang , apabila sangsi , bisa dilakukan voting oleh 3 hakim garis, dan diambil suara terbanyak.
- peserta yang merasa keberatan dengan keputusan wasit , protes akan diterima ketika masih berada dalam kotak kolongan, selanjutnya akan dilakukan voting oleh hakim garis.
- apabila wasit menunjuk burung A sebagai pemenang , tetapi peserta protes, maka dilakukan voting, dan jika dalam voting tsb yang menang burung B , maka burung A dianggap lolos , dan burung B dianggap lolos juga.
- penggeber dilarang merokok sewaktu berada dalam arena. !!. penggeber pada waktu menggeber kakinya keluar dari garis kalangan akan di anggap disqualifikasi.
ATURAN PELEPASAN
- burung dilepas oleh joki yang ditunjuk, diberangkatkan dengan dongdang, dan masing2 burung harus menempati nomer dongdang yang benar.
- saksi pelepasan boleh untuk mendampingi, tetapi burung hanya boleh dilepas oleh joki yang ditunjuk panitia.
- burung dilepas sesuai tempat yang telah disepakati.
- apabila terjadi burung menclok salah satu,dan yang satu lagi terbang, maka dianggap sah. dan burung yang menclok tsb diberi waktu 3 menit . apabila tidak terbang dinyatakan dis.
- burung menclok keduanya , maka akan diberi waktu 3 menit .
- burung yang mendapatkan by boleh digandeng dengan burung lain.
- apabila lawan mengundurkan diri , maka dianggap by, dan boleh gandeng dengan burung lain.
- burung yg di panggil 3x pada waktu pemberangkatan tidak datang maka di anggap mengundurkan diri.
ATURAN BURUNG DATANG
- burung datang gandeng atau tidak gandeng dianggap sah.
- apabila burung tidak terpantau kedua nya , dan tiba2 sudah sampai, maka dianggap masuk / lolos kedua nya, kebabak berikutnya. tetapi dipertemukan kembali dengan lawan yang sama.
- apabila burung yang terpantau hanya satu , yang terpantau jika tidak masuk kolong dianggap gugur, dan yang tidak terpantau dianggap lolos ke babak selanjutnya.
- jika burung datang , lalu ada gangguan alam , seperti ada alap alap, atau ada burung lain yang terbang, tetap dianggap sah.
- jika burung datang dan dari jauh terpantau ada burung lain , jadi ada burung lebih dari 2, maka peserta berhak meminta terbang ulang, ataupun disahkan, tetap menjalani lomba sebagaimana mestinya. ATURAN
BURUNG TURUN
- burung harus masuk kolong.
- burung dikatakan menang apabila lebih dulu sampai ditanah.
- burung turun harus dalam kotak / garis pembatas (apa bila kaki diatas garis pembatas masih masuk )
- penonton tidak di perkenankan mengusir burung yg mau menclok atau terbang ke pedok selama msh dlm perlombaan.
ATURAN TEAM
- burung satu team tidak dapat bertemu selama masih ada musuh atau lawan.
- 1 team maximal 20 burung (kecuali 1 pemilik bisa lebih dr 20), apabila lebih bisa masuk team B.
- team A dan team B tidak bisa ketemu sebelum 20 besar.
- satu team boleh beberapa nama pemilik, dan satu pemilik boleh beberapa penggeber.
ATURAN BYE1
- burung hanya berhak mendapat bye 1 kali
- burung hanya bisa mendapat bye lebih dari 1 kali bila semua lawannya sudah mendapat bye semua.
- apabila burung tinggal 3 dan yg 2 ternyata 1 team maka biarpun sudah pernah mendapat bye, burung yg 1 tim bisa mendapat bye lg (menilik aturan team no 1) biarpun musuhnya blm pernah mendapat bye.
HADIAH
- hadiah disepakati oleh panitia.
- jika terjadi hujan , tetapi setelah babak pendaftaran usai, maka yang dibagikan adalah total hadiah . tetapi jika babak pendaftaran belum usai , maka yang dibagikan adalah total uang pendaftaran setelah dikurangi biaya operasional ( seperti jagungan / perang bintang )
Menguji Kualitas Burung Merpati Tinggian
Cara menguji kualitas burung merpati tinggian :
TAHAP 1 : Mengetes Kualitas(Kerja) Mata Burung
1. Awal mula arahkan mata pada sinar biasanya akan tjd reaktif pada pupilnya.
2. Lepasan 1 burung nitik dgeber 3/4 sekali jadi (bs pd Cuaca panas jg mendung)
3. Lepasan 2 burung nitik dgeber jam 12 sekali jadi
4. Lepasan 3 burung nitik dgeber jam 1 sekali jadi
TAHAP 2 : Mengetes Kualitas(kerja) Mental Burung dan Otak/Kecerdasan
1. Untuk mengetes mental berikan lawan main dengan burung galak maupun slow, dari situ akan keliatan waktu start burung harus mau tempel/gandeng rapi. Kemudian waktu landing mental burung yang bagus akan terlihat seperti kejar2an stut seakan tidak mau didahuluin.
2. Untuk mengetes kecerdasan coba pindahkan burung ke tempat latih yang berbeda dari situ akan kelihatan bila burung yang cerdas akan lebih cepat menyesuaikan diri dan langsung punya jalur. Berikutnya kemampuan trick fighting, biasanya burung yang cerdas memiliki skill, karakter, style, ciri/sifat khas atau trick fighting tersendiri dan juga berlainan. Misalnya :
- Cutting Holder/memotong dan menahan stut lawan,
- Shock Manuver/Kemampuan methil yang mengagetkan lawan,
- Start Upper/ciri burung untuk gandeng nggantung diatas lawan ini favorit saya karena punya stut dobel dan juga sering bikin drop mental lawan,
- Single Fighter/Sifat tarung yg melemahkan mental lawan sewaktu mengudara ini biasanya pada ciri burung yang suka ninggal lawan,
- Shooter 90/sering biasa disebut style Nge-L burung biasanya punya kemampuan methil turun jejeg beberapa meter dari depan landasan baru kemudian tembak lurus kearah geberan dan masih banyak karakter, ciri, sifat baru yang lainnya
TAHAP 3 : Mengetes Control Burung
1. Untuk mengetes control tenaga bisa diketahui check air shack, semakin tebal air shack merpati akan semakin banyak pula kandungan oksigennya. juga bisa dengan uji reliabilitas burung, lepaskan burung dengan jarak tertentu minimal 9 kali pagi, siang dan sore dari situ burung yang control tenaga bagus akan kelihatan tidak loyo dan terbang tetap/ ajeg ketinggiannya maupun stutnya pada waktu turun(Orang bilang tergantung pd kondisi fisik burung, namun jika kita ingin beli kita juga harus jeli membedakan antara kondisi fisik dengan alasan pemilik burung yg jaim ketika ditest burungnya ternyata jelek).
2. Kemudian biasanya burung yang mempunyai control tenaga bagus akan memiliki control yang bagus juga pada fisiknya misalnya sekenceng apapun stut burung juga harus punya rem2an yang dobel cakram u/ masalah ini harus bisa membedakan antara burung mental jago dengan yg asal gabruk karena pada burung yang mental jago biasanya bila terlalu ketat persaingan stutnya baru gabruk/jeblos lain halnya dengan burung yang asal gabruk biasanya bisa terlihat sewaktu burung terbang sendiri turun malah gabruk.
TAHAP 4 : Mengetes Kualitas Bulu
1. Hal pertama yang mesti dilakukan ialah mencelupkan burung ke dalam ember berisi air, burung yang bagus biasanya sulit sekali untuk basah pada bulunya karena menandakan lapisan lilin pada bulu burung sangat tebal. Fungsi lapisan lilin pada bulu merpati sendiri ialah untuk menjaga keseimbangan tubuh burung ketika terjadi pergesekan dengan angin sewaktu burung turun. Dan juga mampu menetralisir suhu udara.
Cara Melatih Burung Merpati Kolongan
Merpati kolongan merupakan suatu bentuk seni dalam hobi merpati. kita mengetahui bahwa seni bermain merpati banyak jenisnya. Permainan merpati kolongan / kalangan merupakan ajang kompetisi baik si merpatinya sendiri juga pemilik guna menilai seberapa besar kemampuan serta pengalaman kita didalam dunia merpati ini, berikut dibawah ini cara melatih burung merpati kolongan :
- Latihnya pertama kali main line ( garis ) terlebih dahulu.Sendiri terlebih dahulu sampai kira kira 300m bahkan kalo lancar sampai 1,2 Km Tetap Sendiri Kecuali Susah di Unthuli (pakai Burung Pelatih).
- Kemudian Sesekali gandeng dengan burung tinggian. ( karena burung kolong murni butuh tinggi ) tidak seperti daerah jawa tengah bagian barat atau pun beberapa tempat lainya burung kolong kok terbangnya rendah) karena ini bisa mengalahkan burung jabay sekalipun. dapa saat melawan burung jablay akan di angkat terbang dan alhasil, burung jablay Keok.
- Kemudian lepas sendiri sampai 1 KM supaya melatih memory otak burung merpati tersebut. ( kalo burung kolong itu harus lurus sampai lapak ).
- Kemudian tarik kembali dari awal lagi jangan langsung jauh lagi supaya mau naik dan tinggi. Gandengkan dengan unthul ( burung jadi tinggi ) supaya ngikut tinggi.
- Trik Selanjutnya yang perlu di perhatikan misalkan hari senin, selasa, rabu jangan di masukan kenapa karena lomba biasanya kalo tidak hari sabtu ya minggu. jadi biasakanlah untuk memasukan ke kolongnya hari jumat, sabtu dan minggu.
- Tinggi pal tiang biasanya 8M standard dari atusan persatuan merpati indonesia. nah kita buat lapak tinggi palnya 9m bila perlu 10M dikarenakan apa jika kita sudah biasa melatih tinggi pal tiang diatas 8M berati kita jika mengikuti lomba burung kita sudah biasa masuk diatas 8M, berarti enteng untuk burung masuk tinggi tiang pal 8M.
- Carilah burung perempuan yang cepet bertelor supaya sering main/dilatih. Jika memungkinkan carilah burung beda warna atau warna betina tidak standard, burung yang jarang sekali warnanya adalah burung dengan warna bule ini bisa jadi alternatif kenapa karena warna ini jarang sekali ada burung berwarna bule, keuntunganya adalah jika meleset atau kabur susah di tangkap sama orang.
- Jangan sampai di suruh mengerami sampai mecah telornya tenaga akan berkurang jika sampai jadi anak apalagi tenaga akan terkuras alhasil susah untuk menang lomba.
Tingkah Laku Merpati Jagoan
Burung merpati jagoan memiliki ciri tingkah laku yang khas. Teknik pemilihan merpati berdasar tingkah laku membutuhkan kejelian saat pengamatan, karena teknik ini dengan cara melihat bukan meraba. Cara ini memang lebih sulit dibandingkan dengan cara meraba dan membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya. Namun, bila Anda mau menikmatinya, Anda akan mendapat kepuasan tersendiri.
1. Suara bulu sayap
Suara bulu sayap burung saat terbang naik/turun kandang antara merpati yang satu dan lainnya berbeda, terutama antara burung yang sudah terlatih dan belum terlatih. Kepakan sayap burung merpati yang bagus terdengar lebih ringan dan di sela-sela kepakannya ada suara seperti berdesis. Sedangkan sayap burung merpati yang jarang terbang akan terdengar lebih berat dan berulang-ulang.
2. Cara turun burung dari kandang/kurungan beragam.
Ada yang melompat dengan mengepakkan sayap, ada yang langsung turun menjatuhkan tubuhnya, ada yang dengan posisi kepala di depan atau dadanya di depan. Burung yang menjatuhkan tubuhnyalah yg memiliki mental turun. Dan merpati yang turun dengan cara melompat dan mengepakkan sayapnya, ciri bermental tinggi. Cara ini hanya bisa di pakai untuk memperkirakan kemampuan mental turunnya, bukan kemampuannya untuk turun. Karena untuk kemampuan turun masih diperlukan perangkat2 lain yang memadai(tulang leher,sapit urang,pinggang,dll).
3. Cara jalan.
Saat burung berjalan, amati telapak kakinya menyentuh tanah atau tidak. Biasanya burung merpati yang berjalan hanya menapakkan keempat jarinya tanpa telapak kakinya, akan mempunyai kemampuan terbang yang lebih panjang dan lama dari pada burung yang menapakkan telapak kakinya saat berjalan.
4. Bentuk tubuh burung saat hinggap atau berdiri.
Burung yang berdiri terlihat punggung dan pinggangnya menyembul tampak "berpunuk" dengan sayap burung n tampak menggantung, biasanya memiliki gaya terbang dengan speed kencang, dan kemampuan turun yang patut diperhitungkan.
5. Kewaspadaan burung.
Saat burung kita lepas di luar kandang, pandangan dan gerak-gerik kepala burung merpati memiliki gaya yang berbeda. Ada yang hanya diam cuek dengan keadaan sekitar, ada yang tampak waspada dan gesit mengikuti gerakan di sekitarnya. Burung dengan tingkat kewaspadaan tinggi patut kita perhitungkan kemampuan penglihatannya.
6. Gerakan ekor saat terbang dan bekur.
Saat bekur, ekor burung yang mempunyai kecepatan merapat dengan cepat biasanya dimiliki oleh burung yang memiliki pinggang rapat. Hal ini sangat mempengaruhi kemampuan turunnya. Sedangkan ekor bururng yang selalu megar akan mempunyai kemampuan turun yang kalah.
Sumber : dari berbagai sumber
Memilih Burung Merpati Untuk Kontes
Burung Merpati merupakan jenis burung yang bisa di lepas dan akan kembali ke kandangnya sendiri. Burung merpati juga termasuk jenis burung yang mudah dirawat. untuk mencari merpati bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung. ada beberapa tips simple saatmemilih burung merpati
Namun tidak mudah untuk bisa mendapatkan merpati balap sprint. untuk memilih Burung merpati yang berkualitas setidaknya kita dapat mengenali cirri-ciri fisik pada seekor merpatinya.
Cara Memilih Burung Merpati
1. lihat katuranggan burung sebelum memegang karena kalau di lihat sudah gak karu-karuan bentuk nya mending jangan karena biasanya burung tersebut tidak seperti harapan.
Untuk bulu Merpati :
1 harus kering
2.harus tebal
3.ujung bulu di usahakan jangan yg lancip2 agak bulat. karena kalau lancip biasanya tidak terbang tinggi
4.unjung bulu pada sayap di usahakan panjang nya sampai ke ujung ekor,kalau selisih jauh dari ekor biasanya tidak mau tinggi dan cenderung lari.
Untuk mata Merpati :
1.usahakan yg bening dan bersih
2.jangan cari mata yg melotot keluar dari plupukan mata
3.jangan cari mata yg plupukannya merah membara
4. kalau matanya seperti memlobor/memudar harus di imbangi dengan warna burung yg memblobor pula
5.cari yg hitam2 pada mata merespon sinar nya cepat (besar kecil)
Untuk bodi Merpati :
1.usahakan untuk merpati tinggi jangan terlalu besar (seperti kapal)
2.rata2 untuk merpati tinggi yg mau turun atas kepala bentuk nya seperti jantung..dada besar rapet burung tidak panjang.
3. untuk pegangan body harus rata sampai kebelakang (penuh)
4.pegangan jangan cari yg empuk ngaret atau empuk seperti kapas.
Untuk paruh Merpati :
1.cari yg tipis
2.cari yg kering
3.cari yg jangan terlalu panjang
4.cari yg se warna
Untuk supit Merpati :
1. cari jangan yg terlalu rapat dan terlalu renggang
2. jangan yg putus atau patah
Untuk mitos2 merpati tinggi ada beberapa hal:
1. Merpati warna hitam dengan paruh putih..
- menurut mitos ini merpati tidak bakal bisa jadi, ini merpati tidak bakal jadi untuk tinggian karena mentak dan sifat nya jelek sekali
2. Merpati Gendong mayit ( ada warna putih di punggung tapi tidak tembus ke ekor atau kepala )
- banyak yg bilang juga tdak jadi, tapi kalau yg ini saya tidak percaya 100% karena saya mencoba beberapa gendong mayit ada yg jadi.
3. Merpati mempunyai ekor panjing (cabang)
- banyak yg bilang merpati jenis ini suka mendapat bandangan (merpati datang sendiri)..saya membuktikan memang iya..apalagi anakan sendiri.
4. Merpati dengan garis mata merah membara ( jawa timuran )
- banyak yg bilang kurang cerdas,sering lihat keperan betina turun . survey saya membuktikan memang iya...kalau pelihara jenis ini siap2 aja uang banyak untuk nebus
5. Merpati sabet ( bulu sayap beda warna di ujung..dan cuman satu kanan saja atau kiri saya)
- banyak yg bilang ini burung untuk tinggian tidak bakal jadi...menurut saya tidak begitu karena saya punya sabet yg istimewa.tetapi bisanya kalau sabet,merpati nya mau jadi ya jadi sekalian kalau tidak ya jadi sampah.
6. Merpati selap ganjil ( bulu sayap di tengah2 berwarna lain,di kiri saja atau di kanan saja)
- banyak yg bilang ini burung susah di latih dan suka clap clup ..hinggap seenak nya....menurut saya tidak semuanya begitu
7. Merpati mata cilau air,cilau mawar (merpati bermata putih)
-banyak yg bilang tidak kuat kalau di lepas siang2 di terik matahari,menurut saya memang begitu ,dia hebat nya kalau suasana agak gelap malah matanya awas sekali
smbr:presidenseo
Namun tidak mudah untuk bisa mendapatkan merpati balap sprint. untuk memilih Burung merpati yang berkualitas setidaknya kita dapat mengenali cirri-ciri fisik pada seekor merpatinya.
Cara Memilih Burung Merpati
1. lihat katuranggan burung sebelum memegang karena kalau di lihat sudah gak karu-karuan bentuk nya mending jangan karena biasanya burung tersebut tidak seperti harapan.
Untuk bulu Merpati :
1 harus kering
2.harus tebal
3.ujung bulu di usahakan jangan yg lancip2 agak bulat. karena kalau lancip biasanya tidak terbang tinggi
4.unjung bulu pada sayap di usahakan panjang nya sampai ke ujung ekor,kalau selisih jauh dari ekor biasanya tidak mau tinggi dan cenderung lari.
Untuk mata Merpati :
1.usahakan yg bening dan bersih
2.jangan cari mata yg melotot keluar dari plupukan mata
3.jangan cari mata yg plupukannya merah membara
4. kalau matanya seperti memlobor/memudar harus di imbangi dengan warna burung yg memblobor pula
5.cari yg hitam2 pada mata merespon sinar nya cepat (besar kecil)
Untuk bodi Merpati :
1.usahakan untuk merpati tinggi jangan terlalu besar (seperti kapal)
2.rata2 untuk merpati tinggi yg mau turun atas kepala bentuk nya seperti jantung..dada besar rapet burung tidak panjang.
3. untuk pegangan body harus rata sampai kebelakang (penuh)
4.pegangan jangan cari yg empuk ngaret atau empuk seperti kapas.
Untuk paruh Merpati :
1.cari yg tipis
2.cari yg kering
3.cari yg jangan terlalu panjang
4.cari yg se warna
Untuk supit Merpati :
1. cari jangan yg terlalu rapat dan terlalu renggang
2. jangan yg putus atau patah
Untuk mitos2 merpati tinggi ada beberapa hal:
1. Merpati warna hitam dengan paruh putih..
- menurut mitos ini merpati tidak bakal bisa jadi, ini merpati tidak bakal jadi untuk tinggian karena mentak dan sifat nya jelek sekali
2. Merpati Gendong mayit ( ada warna putih di punggung tapi tidak tembus ke ekor atau kepala )
- banyak yg bilang juga tdak jadi, tapi kalau yg ini saya tidak percaya 100% karena saya mencoba beberapa gendong mayit ada yg jadi.
3. Merpati mempunyai ekor panjing (cabang)
- banyak yg bilang merpati jenis ini suka mendapat bandangan (merpati datang sendiri)..saya membuktikan memang iya..apalagi anakan sendiri.
4. Merpati dengan garis mata merah membara ( jawa timuran )
- banyak yg bilang kurang cerdas,sering lihat keperan betina turun . survey saya membuktikan memang iya...kalau pelihara jenis ini siap2 aja uang banyak untuk nebus
5. Merpati sabet ( bulu sayap beda warna di ujung..dan cuman satu kanan saja atau kiri saya)
- banyak yg bilang ini burung untuk tinggian tidak bakal jadi...menurut saya tidak begitu karena saya punya sabet yg istimewa.tetapi bisanya kalau sabet,merpati nya mau jadi ya jadi sekalian kalau tidak ya jadi sampah.
6. Merpati selap ganjil ( bulu sayap di tengah2 berwarna lain,di kiri saja atau di kanan saja)
- banyak yg bilang ini burung susah di latih dan suka clap clup ..hinggap seenak nya....menurut saya tidak semuanya begitu
7. Merpati mata cilau air,cilau mawar (merpati bermata putih)
-banyak yg bilang tidak kuat kalau di lepas siang2 di terik matahari,menurut saya memang begitu ,dia hebat nya kalau suasana agak gelap malah matanya awas sekali
smbr:presidenseo







